Situs yang berbagi tentang belajar bahasa arab, artikel islami dan kajian islam.
Wednesday, September 30, 2015
Adab-Adab Bersin
BimbinganIslam.com
Rabu, 16 Dzulhijjah 1436 H / 30 September 2015 M
Ustadz Firanda Andirja, MA
Kitābul Jāmi' | Bulughul Māram
Hadits ke-10 | Adab-Adab Bersin
Download audio:
https://drive.google.com/open?id=0B1e0BM9z9hzYb3ptYUZrTnMzTzQ
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ADAB-ADAB BERSIN
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Para ikhwan dan akhwat, kita masuk pada halaqah yang ke-13.
Dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ الله, وَلْيَقُلْ لَهُ
أَخُوهُ يَرْحَمُكَ الله, فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ الله, فَلْيَقُلْ
يَهْدِيكُمُ الله, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ
"Jika salah seorang dari kalian bersin maka hendaknya dia mengatakan
"Alhamdulillāh". Dan saudaranya yang mendengarnya mengucapkan
"Yarhamukallāh". Jika saudaranya mengucapkan "Yarhamukallāh"maka yang
bersin tadi menjawab lagi dengan mengatakan "Yahdikumullāh wa yushlihu
bā lakum" (semoga Allāh memberi petunjuk kepada kalian dan semoga Allāh
meluruskan/memperbaiki urusanmu."
(HR. Imam Al-Bukhari)
Hadits ini berkaitan tentang adab bersin dan adab orang yang mendengar
bersin.
■ PERTAMA
Berkaitan dengan orang yang bersin.
Orang yang bersin, dia telah mendapatkan nikmat dari Allāh Subhānahu wa
Ta'āla sehingga tatkala dia bersin keluar kotoran dari tubuhnya. Dan dia
merasa lebih ringan daripada dia bersin tersebut terpendam dalam
dirinya.
Maka hendaknya dia mengucapkan "Alhamdulillāh".
Dan sebagian orang menyatakan bahwasanya bersin menunjukkan sehatnya
seseorang.
Dia tidak berbicara tentang orang yang bersin melulu menunjukkan dia
sakit, tidak!
Tapi kita berbicara tentang yang bersin terkadang yang dialami oleh
seseorang.
Ini adalah nikmat yang menunjukkan tubuhnya sehat sehingga keluar dari
tubuhnya hawa tersebut sehingga dia mengucapkan "Alhamdulillāh".
Dan ini peringatan bagi kita, kalau sekedar bersin kita dianjurkan untuk
mengucapkan Alhamdulillāh, memuji Allāh atas nikmat tersebut, maka
bagaimana lagi dengan nikmat-nikmat yang lain?
Oleh karenanya hendaknya sering kita memuji Allah, tatkala kita
berdzikir Alhamdulillāh setelah shalat, benar-benar kita renungkan makna
alhamdulillāh.
Bahwasanya terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, yang
terkadang kita lupa untuk bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla,
lupa untuk memuji Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang memudahkan nikmat
tersebut kepada kita.
Kemudian tatkala dia bersin, hendaknya dia memperhatikan adab
sebagaimana Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tatkala dia Rasūlullāh
bersin.
Rasūlullāh kalau bersin;
√ Beliau neletakkan tangan beliau di mulutnya atau meletakkan bajunya
sehingga tidak tersebar kemana-mana.
√ Kemudian Beliau melemahkan suara beliau tatkala bersin.
Oleh karena seseorang tatkala bersin jangan dia menggelegar dengan
sekeras-kerasnya, kemudian lehernya/kepalanya dipalingkan ke kanan dan
ke kiri sehingga tersebarlah virus-virusnya, tidak!
Tapi dia berusaha mengecilkan suaranya dan berusaha menutup mulutnya.
Ini adab dalam bersin sehingga dia tidak mengganggu orang lain.
Karena ada orang yang tatkala bersin sengaja menggelegar, sengaja. Ada
orang yang tidak sengaja, tidak mampu menahan suaranya. Ini mendapat
udzur. Tapi ada yang sengaja untuk melepaskan suaranya, ini tidak
diperbolehkan.
Kemudian,
■ KEDUA
Adab orang yang mendengar tatkala mendengar seorang bersin.
Maka dia menjawab:
يَرْحَمُكَ اللهُ
[Yarhamukallāh]
"Semoga Allāh memberi rahmat kepada engkau."
Engkau telah mendapatkan nikmat maka semoga Allāh menambah rahmat kepada
engkau.
Para ulama berbicara bagaimana kalau ada orang yang tidak mengucapkan
Alhamdulillāh. Maka kita tidak mengucapkan Yarhamukallāh kepada dia.
Dalam hadits disebutkan:
عَطَسَ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُشَمِّتْ الْآخَرَ ، فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ
:(هَذَا حَمِدَ الله ، وَهَذَا لَمْ يَحْمَدْ الله)
Ada 2 orang yang bersin disisi Nabi maka Nabi mengucapkan Yarhamukallāh
kepada satunya dan satunya Nabi tidak mengucapkan Yarhamukallāh.
Maka orang yang tidak diucapkan Yarhamukallāh protes;
يَا رَسُوْلُ اللهِ، سَمَّتْ هَذَا ، وَلَمْ تُشَمِّتْنِي
"Yā Rasūlullāh, engkau mengucap Yarhamukallāh kepada si fulan adapun
kepada aku tidak?"
Maka Nabi mengatakan:
إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ, وَ لَمْ تَحْمَدِ اللّهَ
Si fulan tadi tatkala bersin mengucapkan Alhamdulillāh, adapun engkau
tidak mengucapkan Alhamdulillāh.
(HR. Muslim)
Oleh karenanya kalau orang yang bersin tidak mengucapkan Alhamdulillāh
maka kita tidak menjawab Yarhamukallāh.
Diriwayatkan dari Ibnul Mubarak rahimahullāhu, tatkala ada seseorang
bersin di hadapan Ibnul Mubarak dan dia tidak mengucapkan Alhamdulillaah
maka Ibnul Mubarak bertanya pada dia:
"Apa yang diucapkan oleh orang yang bersin?"
Orang ini pun mengatakan:
"Alhamdulillāh"
Maka Ibnu Mubarak kemudian mengucapkan "Yarhamukallāh", seakan-akan
mengingatkan kepada orang tersebut, terkadang seseorang lupa mengucapkan
Alhamdulillāh atau karena saking sibuknya lupa untuk mengucapkan
Alhamdulillāh.
Maka boleh kita mengingatkan dia agar kita mengucapkan Yarhamukallāh
kepada dia.
Kemudian,
Apa hukum mengucapkan Yarhamukallāh?
Ada khilaf di antara para ulama.
◆ Ada yang mengatakan fardhu 'ain, setiap orang yang mendengar harus
mengucapkan Yarhamukallāh.
◆ Ada yang mengatakan fardhu kifayah, cukup sebagian orang yang
mengucapkan Yarhamukallāh.
◆ Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak.
Tapi kita berusaha menghidupkan sunnah ini, apa hukumnya sunnah, apakah
fardhu kifayah atau fardhu 'ain, kita berusaha mengucapkan Yarhamukallāh
kepada saudara kita yang bersin.
Kemudian setelah kita mengucapkan Yarhamukallāh maka orang yang bersin
tadi mengucapkan:
يَهْدِيكُمُ الله, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
[Yahdikumullāh wa yushlihu bā lakum]
"Semoga Allāh memberi hidayah kepadamu dan semoga Allah meluruskan
urusanmu."
Balik mendo'akan orang yang telah mendo'akannya dengan berdo'a.
Sungguh indah adab yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa
sallam; saling mendo'akan di antara sesama muslim, menghilangkan rasa
hasad, menghilangkan rasa dengki.
Bayangkan jika seorang saling mendo'akan di antara mereka.
Dan ini mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin. Sangat dituntut
untuk mempererat tali ukhuwah (tali persaudaraan) di antara kaum
muslimin.
Dan sangat dituntut untuk menghilangkan segala sebab-sebab yang bisa
menumbuhkan perpecahan, perselisihan, buruk sangka dan yang
lain-lainnya.
Terakhir sebelum kita tutup majlis kita yaitu pembahasan tentang:
BAGAIMANA ORANG YANG SAKIT YANG BERSIN BERULANG-ULANG?
Maka yang wajib bagi kita adalah untuk mengucapkan Yarhamukallāh sekali
saja. Ada yang mengatakan sampai 3 kali disunnahkan, lebih dari itu
tidak perlu.
Disebutkan dalam hadits Salamah ibnil Akwa radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu,
bahwasanya dia mendengar Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Ada seorang yang bersin di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, maka
Nabi mengatakan: "Yarhamukallāh".
ثُمَّ عَطَشَ أُخْرَ
"Kemudian orang ini bersin lagi."
Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
اَلرَّجُلُ مَزْكُوْمٌ
"Si fulan ini sedang sakit flu."
(HR. Muslim)
Oleh karenanya ini isyarat dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kalau ternyata orang ini bersinnya tidak wajar, namun karena sakit maka
kita rubah do'a. Do'anya bukan lagi Yarhamukallāh tapi kita mendo'akan:
شَفَاكَ اللهُ
[Syafakallāh]
"Semoga Allāh menyembuhkanmu."
Atau do'a-do'a yang berkaitan dengan orang yang sakit.
Demikian.
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
__________________________
Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment